Para ahli di Kaspersky Lab dilaporkan telah menemukan sebuah email penipuan dari seorang wanita Liberia kaya yang sedang sekarat dikarenakan virus Ebola.
Email tersebut berisi tentang cerita anak-anak wanita tersebut yang meninggal akibat virus Ebola dan juga mengenai pusat medis lokal yang menolak untuk membantunya. Ia bersedia menyumbangkan dana lebih dari US$1,5 juta kepada penerima email yang bersedia untuk mentransfer uang kepada badan amal yang sesuai.
|
Waspadai Spam Berkedok Virus Ebola Intai Netizen |
Ada juga yang menulis email penipuan lain dengan memperkenalkan dirinya sebagai karyawan dari World Health Organization (WHO) dan mencoba sebuah taktik yang tidak biasa untuk menarik perhatian.
Isi email tersebut berisi undangan untuk penerima email ke sebuah konferensi yang membahas tentang Ebola bersama dengan masalah medis lainnya. Penerima email juga ditawari pekerjaan dengan gaji sebesar 350.000 Euro per tahun serta mendapatkan komplementer mobil jika bersedia mengambil posisi sebagai wakil Inggris di WHO.
Tatyana Shcherbakova, Senior Spam Analyst di Kaspersky Lab mengatakan bahwa aecara rutin spammer mencoba untuk mengeksploitasi berita dan isu yang sedang ramai diberitakan. Spammer selalu menggunakan kesempatan untuk menggunakan isu yang sedang hangat untuk menarik perhatian netizen dan meyakinkan mereka bahwa email penipuan tersebut adalah benar.
Pemberitaan pertama tentang Ebola muncul pada bulan Juli 2014. Maka tak heran jika mulai terlihat email penipuan massal terkait Ebola. Di antara email yang tidak biasa, tim Kaspersky Lab juga melihat email penipuan yang menargetkan para kolektor. Email penipuan dengan penawaran menarik tersebut konon berasal dari SSAFA, sebuah badan amal yang dibuat untuk membantu veteran perang Inggris dan keluarga mereka.